SMP Negeri 3 Tegal, Jl. Yos Sudarso No. 25 Tegal 52111 , Telp. (0283) 0352368

Bijak Menyikapi Pembelajaran Jarak Jauh Oleh Wiwi Susmiati, S. Pd. Guru Bahasa Indonesia SMPN 3 Tegal

Bijak Menyikapi Pembelajaran Jarak Jauh
Oleh
Wiwi Susmiati, S. Pd.
Guru Bahasa Indonesia SMPN 3 Tegal
Kondisi pandemi Covid-19 saat ini mengakibatkan perubahan yang luar biasa, baik di
bidang ekonomi maupun bidang pendidikan. Kita sebagai pelaksana yang berkecimpung
langsung dalam dunia pendidikan seakan dituntut mampu bertransformasi dan beradaptasi dalam
kondisi yang menuntut untuk melaksanakan pembelajaran dari rumah melalui media daring atau
online.
Tak dapat kita pungkiri bahwa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) menuntut kerja keras
semua pihak. Keterlibatan orang tua sangat dibutuhkan, di mana orang tua berperan sebagai
motivator yang dapat memberikan semangat serta dukungan yang kuat dalam melaksanakan
pembelajaran jarak jauh. Memang saat ini , PJJ menjadi salah satu solusi yang terbaik di saat
pandemi untuk memutuskan mata rantai penyebaran virus Covid-19 yang semakin merebak.
Sementara kenyataan di lapangan masih banyak kendala-kendala yang harus kita hadapi.
Dari segi ekonomi, orang tua merasa terbebani dengan masalah kuota internet. Keterbatasan
kuota kerapkali menjadi keluhan utama dalam proses pembelajaran jarak jauh. Belum lagi di
masa pandemi Covid-19 tidak sedikit dari mereka yang orang tuanya mengalami pemutusan
hubungan kerja. Keterbatasan ini juga butuh perhatian yang lebih. Kendala yang lain juga tidak
semua siswa memiliki gawai atau telepon sendiri. Terkadang dalam satu keluarga hanya
memiliki satu gawai yang dipakai bersama-sama atau bahkan bukan android. Sementara
peralatan teknologi informasi dan komunikasi(TIK) menjadi salah satu kebutuhan yang harus
dipenuhi sebagai fasilitator utama dalam PJJ.
Kendala-kendala tersebut di atas mungkin sedikit dapat teratasi. Pemerintah telah
memberikan bantuan biaya kuota internet untuk pembelajaran jarak jauh yang sudah diatur
dalam Permendikbud No 19 Tahun 2020. Akan tetapi, anggarannya disesuaikan dengan
kemampuan sekolah karena ada peruntukan dana BOS yang lain sesuai aturan yang ada.
Dari pihak orang tua, ada sebagian orang tua yang memiliki keterbatasan waktu dalam
membimbing dan mengawasi anak. Hal tersebut dikarenakan kesibukan aktivitas kerja.
Pembelajaran jarak jauh(PJJ) memang memberikan tantangan tersendiri, orang tua dituntut lebih
ekstra dalam mendampingi anak. Orang tua diharapkan dapat memberikan arahan dalam
mengondisikan mental anak. Tantangan pun menjadi lebih kompleks ketika kendala-kendala
dalam PJJ mulai nampak. Mulai dari koneksi internet yang tidak memadai sampai dengan
permasalahan dalam memahami situasi yang ada serta pemenuhan kuota internet.
Permasalahan lain dari segi siswa sendiri disebabkan beberapa siswa mengalami
kesulitan dalam mengikuti arahan guru atau intruksi secara online. Di sini kemandirian siswa
sangat berperan penting dan menjadi kunci utama keberhasilan dalam PJJ. Hal tersebut sebagai
upaya menumbuhkan tanggung jawab dalam mengatur dan mendisiplinkan diri dalam
belajarnya. Kepercayaan diri yang kuat sangat berpengaruh terhadap hasil belajar yang dicapai.
Pembelajaran jarak jauh memang menuntut anak dalam mengoptimalkan kesiapan mental dan
motivasi yang tinggi.
Pada pelaksanaan PJJ di masa pandemi ini mutlak dibutuhkan kerja sama yang kuat
antara guru, orang tua, dan anak. Kita mendorong anak untuk terus belajar lebih giat lagi.
Adapun untuk seorang guru dalam menyikapi pembelajaran jarak jauh adalah menciptakan
pembelajaran yang menyenangkan melalui variasi metode pembelajaran, bisa melalui zoom
meeting atau google meeting yang dapat membangkitkan keaktifan siswa dalam berinteraksi
meski dalam pembelajaran jarak jauh.
Pola pikir yang positif dari semua pihak baik guru, siswa, dan orang tua sangat membantu
dalam penerapan pembelajaran jarak jauh. Harapannya kita semua dapat menyikapi sehingga
dapat bersinergi. Dari pihak orang tua diharapkan dapat sepenuhnya memberikan pendampingan
belajar kepada putra-putrinya. Sehingga menjadi harapan bersama agar anak-anak kita dapat
memanfaatkan kemajuan teknologi dalam mengembangkan pengetahuan dan wawasannya.
Melahirkan generasi cerdas, terampil, mandiri, kreatif, dan bijak dalam memanfaatkannya.
Pembelajaran jarak jauh akan berjalan secara optimal jika ada kerja sama yang baik dari semua
pihak. Membangun komunikasi yang baik antara guru dan orang tua sehingga akan terbangun
suatu kolaborasi yang dapat dipahami bersama-sama